Karakteristik Penderita Penyakit Benign Prostatic Hyperplasia (Bph) Di RS. Tk II Kesdam I Bukit Barisan Medan Sumatera Utara Tahun 2016

  • Rio Permana Silalahi Universitas Methodist Indonesia
  • Batara Simangunsong Universitas Methodist Indonesia
  • Parluhutan Siagian Universitas Methodist Indonesia
Keywords: Benign Prostatic Hyperplasia, Karakteristik

Abstract

Latar Belakang: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran prostat berupa pertumbuhan sel-sel stroma dan sel-sel epitel kelenjar prostat yang sering dijumpai pada usia lanjut.  Penelitian ini dilakukan untuk melihat untuk mengetahui Karakteristik Penderita Penyakit Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) di RS.TK II Kesdam I Bukit Barisan Medan Tahun 2016.

Metode :Jenis penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif kualitatif, dengan  pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita penyakit BPH  (Benign Prostatic Hyperplasia) di RS. TK II Kesdam I Bukit Barisan, Medan,Sumatera Utara Tahun 2016 sedangkan sampel ditetapkan dengan menggunakan total sampling sehingga terdapat 100 samples.  Analisis data dilakukan secara  deskriptif kualitatif berdasarkan karakteristik usia, pekerjaan, status perkawinan, keluhan utama serta penatalaksanaan  medis.

Hasil : Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada umumnya sampel berumur antara 61-70 tahun yakni sebanyak 45 orang (45.0%), pada umumnya sampel bekerja sebagai wiraswasta yakni sebanyak 45 orang (45.0%),  dengan status  menikah yakni sebanyak 86 orang (86.0%), mayoritas dengan keluhan utama susah/sulit BAK yakni sebanyak 36 orang (36.0%) dan umumnya dilakukan  penatalaksanaan TUR-P yakni sebanyak 98 orang (98.0%).  Kepada Rumah Sakit TK II Kesdam I Bukit Barisan Medan, disarankan untuk lebih meningkatkan pelayanan pasien penderita agar pasien mendapat kesembuhan dan pemulihan secara lebih cepat.   Kepada pasien penderita penyakit Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) di RS.TK II Kesdam I Bukit Barisan Medan, disarankan untuk lebih meningkatkan pemahamannya dengan menggali pengetahuan dari berbagai sumber agar  kasus penyakit Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dapat lebih diminimalkan.

Kesimpulan: Semakin lanjut usia semakin besar  kemungkinan mengalami penyakit Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Published
2018-12-31