NILAI TAMBAH PENGOLAHAN UBI KAYU MENJADI BIKA UBI DI KOTA MEDAN

  • Yenny Laura Butarbuta UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
  • Berton L.Tobing UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
  • Herbet Samosir UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
Keywords: nilai tambah, ubi kayu, bika, pendapatan, kelayakan

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penemuan adanya produk makanan dalam bentuk bika yang terbuat dari bahan baku ubi kayu di kota Medan. Dimana selama ini ubi kayu biasanya paling banyak diolah menjadi keripik, tape, dan aneka jenis opak. Oleh karena itu, dilakukan suatu penelitian untuk mencapai beberapa tujuan, antara lainuntukmengetahui tahapan pengolahan bika ubi, menganalisis nilai tambah pengolahan bika ubi, pendapatan produsen bika ubi, dan layak atau tidaknya pengolahan bika ubi untuk diusahakan di daerah penelitian. Adapun metode penentuan daerah dan sampel penelitian, yaitu di Kota Medan dan sebanyak 5 (lima) orang produsen dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa daerah ini memiliki beberapa produsen bika ubi dan bersedia untuk diwawancarai. Selanjutnya, metode analisis data yang digunakan antara lain deskriptif, analisis nilai tambah netto metode Hayami, analisis pendapatan dan kelayakan (R/C rasio). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tahapan pengolahan bika ubi, antara lainpengupasan, pencucian, penggilingan bahan baku, pemerasan, pemisahan pati ubi dari kadar air, pencampuran kembali pati ubi, pelarutan gula dan mentega, pencampuran semua bahan baku dan penunjang menjadi adonan bika, pemanggangan adonan, dan pengemasan.Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan bika ubi di daerah penelitian sebesar Rp 15.704,57/kg dan rasio nilai tambah tergolong rendah (41,71%). Rata-rata pendapatan produsen bika ubi per bulan di daerah penelitian sebesar Rp 30.655.783,30 dan pengolahan bika ubi layak diusahakan di daerah penelitian dengan perolehan nilai R/C rasio 1,66 > 1.

Published
2019-02-21